Kamis, 20 September 2012

MATRIKS LAPORAN PENGAWASAN SEKOLAH



LAPORAN  
PELAKSANAAN  PENGAWASAN  SEKOLAH  PADA SEKOLAH  BINAAN
TAHUN  PELAJARAN  2011/2012

NO
LINGKUP & URAIAN  KEGIATAN
KEUNGGULAN
KELEMAHAN
SIMPULAN
REKOMENDASI /
TINDAK LANJUT
I
SUPERVISI  AKADEMIK




1
Melaksanakan Pembinaan Guru




Membina guru dalam merencanakan,melaksa
nakan dan menilai  proses pembelajaran/
bimbingan
Secara umum  para guru telah memiliki silabus,  dan perangkat pembelajaran lainnya yang diperlukan   sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya merujuk pada Permendiknas Nomor  41 tahun 2008 tentang Standar Proses
Pembuatan RPP :

Ada bebrapa RPP , pada kegiatan Inti belum tercantum proses Eksplorasi, Elaborasi  dan Konfirmasi
Dalam  penyusunan RPP, guru  jarang yang mencantumkan penggunaan media pembelajaran berbasis ICT.

Guru dlm PBM:
   Kemampuan  membuka
   pelajaran  guru sering lupa
   menyampaikan :
  1. motivasi
  2.Tujuan  Pembelajaran
  3.menyiapkan  psycis siswa
     untuk siap mengikuti
     pembelajaran .

Pada akhir pembelajaran guru lupa,  tidak memberikan informasi materi untuk  pertemuan berikutnya .

Masih ada  lebih kurang 15 % guru pada sekolah binaan  belum  menyusun RPP  yang berorientasi pada siswa, serta  belum mencantumkan karakter secara terintegrasi.





Dalam pelaksanaan pembelajaran   kurang lebih 10%, guru masih menggunakan metode pembelajaran komvensional,
( ceramah dan tugas ) belum menggunakan metode pembelajaran  yang variatif ( inquiry, CTL  dsb)

Pembinaan  secara berkesinambungan kepada guru agar mampu menyusun RPP yang baik

Pendampingan guru-guru menyusun administrasi guru dengan menggunakan supervisi kolaboratif.


Sosialisasi pemendiknas nomor 41 tahun 2008  tentang standar proses dan diberikan contoh-contoh kegiatanyang dapat diterapkan   dalam  eksplorasi ,elaborasi dan konfirmasi







.

2
Melaksanakan Pemantauan Standar 
Nasional Pendidikan




a.  Memantau pelaksanaan standar isi dan
     Standar Kompetensi  Lulusan ( SKL)
b.  Mengolah hasil pelaksanaan pemantauan
     standar isi dan SKL
Secara umum  guru telah memiliki silabus dan RPP serta perangkat pembelajaran lainnya sebagai bukti administrasi pembelajaran.

Hasil Ujian Nasional  tahun ini  mencapai 100%. Ini berarti  Standar Kompetensi Lulusan mata pelajaran yang d-UN-kan telah tercapai.
-          Analisis  konteks  belum tuntas dibuat oleh sekolah









-          Masih banyak mata pelajaran  yang  KKM nya belum mencapai 75 %

Dalam implementasi standar isi  pada beberapa sekolah binaan belum  optimal

Masih  ada hasil UN pada  mata pelajaran    Bahasa Indonesia dan  Matematika  sangat rendah.
-       Kepala Sekolah agar melaksanakan workshop tentang analisis konteks.
-        
      Kepala bersama komite sekolah sekolah agar membuat MoU dengan LPMP/P4TK yang berisi tentang kontrak pembimbingan PBM

-       Dalam penerimaan peserta didik sekolah
-       memperhatikan input siswa.
-        
c.  Memantau pelaksanaan standar proses
d.  Mengolah  hasil pemantauan pelaksanaan
     standar praoses
Sekolah memiliki dokumen hukum tentang standar proses dan sistem  pengelolaan  sudah berorientasi pada mutu ( ISO)
-          Penerapan pembelajaran berbasis TIK belum terprogramkan  semua guru karena kurangnya laptop dan LCD.
Penggunaan metode konvensional masih dilakukan oleh beberapa guru (10%)
Kepala sekolah perlu melakukan kegiatan kolektif guru melalui pemberyaan MGMP sekolah.
e.  Memantau pelaksanaan standar tenaga
     pendidik.
f.  Mengolah hasil pemantauan pelaksanaan
     standar tenaga pendidik.
Kualifikasi  dan komptensi pendidik sudah memenuhi persyaratan  sesuai permendiknas No. 16 Tahun 2007 bahkan lebih kurang 5% sudah S-2
Kompetensi  pedagogik dan profesional  belum optimal dikuasai oleh mayoritas guru SMK
Perlu dilakukan uji kompetensi internal sebagai bahan pemetaan kompetensi guru.
Kepala sekolah agar memfasilitasi kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan profesionalisme guru SMK

g.  Memantau pelaksanaan standar penilaian
g.  Mengolah hasil pemantauan pelaksanaan 
    standar penilaian
Guru telah melaksanakan penilaian sesuai dengan Perendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian




-          Belum semua mata pelajaran  mempunyai kumpulan soal ulangan harian



Belum ada  kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk penerbitan sertifikat
( Uji kompetensi )
Belum semua guru mengolah dan menganalisis hasil belajar dengan menggunakan  teknik tertentu.
-          Setiap 1 RPP yang sudah selesai dibuat ,Kepala sekolah  wajib meminta soal ulangan untuk 1 KD tersebut untuk didokumentasikan.

Kepala sekolah bersama dengan komite sekolah agar membuat MoU dengan  lembaga pendidikan untuk kontrak kerja sama dalam peningkatan profesionalisme guru.
3
Melaksanakan penilaian kinerja




Menilai kinerja  guru dalam merencanakan, 
melaksanakan,menilai hasil pembelajaran/
bimbingan
Secara umum  para guru telah memiliki silabus,  dan perangkat pembelajaran lainnya yang diperlukan   sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya merujuk pada Permendiknas Nomor  41 tahun 2008 tentang Standar Proses
Sebagaian besar guru tidak tuntas membuat  administrasi  guru , terutama pada komponen  Agenda guru, KKM, Analisis hasil Ulangan Harian, Kisi soal Ulangan Harian, UTS maupun UAS

Pada RPP :
-Ada bebrapa RPP ,pada kegiatan Inti belum tercantum proses Eksplorasi ,Elaborasi dan Konfirmasi
-Ada bebrapa RPP ,pada kegiatan Inti belum tercantum proses Eksplorasi ,Elaborasi dan Konfirmasi

Dalam penyusunan RPP jarang yang mencantumkan penggunaan media pembelajaran berbasis ICT.


 Guru belum optimal dalam melaksanakan tugas pokok sebagai guru profesional
Pembinaan terus menerus kepada guru-guru agar mencapai kualifikasi A dengan kategori amat baik, sehingga  mendapat angka kredit yang optimal untuk karir kepangkatannya.

Pendampingan guru-guru menyusun administrasi guru dengan menggunakan supervisi kolaboratif.





Kepala sekolah agar  memberikan kemudahan pada guru untuk memiliki laptop / komputer  masing-masing
II
SUPERVISI   MANAJERIAL




1
Melaksanakan Pembinaan Kepala  Sekolah




a.  Membina kepala sekolah dalam 
     pengelolaan dan administrasi sekolah
Sekolah memiliki memiliki pemimpin yang mengembangkan  mutu baik pada sistem pengelolaan maupun sistem pembelajaran yang dapat dijadikan landasan untuk pengembangan efektivitas kepemimpinan lebih lanjut
RKAS maupun RKT belum menjadi pedoman pada seluruh aspek kinerja kepemimpinan sekolah. Ini berarti  masih  ada  kesenjangan antara apa yang ada dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dengan apa yang ada pada RKT dan apa yang sekolah laksanakan.
Sekolah perlu merevisi RKAS perlu ditingkatkan relevansinya pada RKT agar lebih aplikatif dan meningkatkan konsistensi untuk mengubah strategi menjadi aksi yang berdampak pada peningkatan mutu.
Supervisi harus dapat memfasilitasi sekolah meningkatkan relevansi RKAS dan RKT dengan lebih fokus pada peningkatan mutu melalui pengembangan kebijakan mutu, indikator pencapaian, penetapan target mutu, menentukan strategi dan menyiapkan instrumen evaluasi diri sekolah.
b.  Membina tenaga kependidikan lainnya
     (tenaga  administrasi, tenaga
      laboratorium,tenaga perpustakaan )
     dalam melakanakan tugas pokoknya.
Seluruh sekolah memiliki model pengembangan mutu pendidik yang cukup baik sebagai landasan pengembangan sistem pengembangan pendidik lebih lanjut yang merujuk pada penerapan standar.
Dokumen program pengembangan pendidik belum menjadi pedoman utama kegiatan sekolah karena belum seluruh aktivitas penyelenggaraan kegiatan terdokumentasikan pada program, masih terdapat perbedaan antara yang ada dalam rencana dengan apa yang sekolah laksanakan.


Sekolah perlu merevisi program dan sistem dokumen / administgrasi agar lebih aplikatif dan meningkatkan konsistensi untuk mengubah strategi menjadi aksi yang berdampak pada peningkatan mutu.
Supervisi  memfasilitasi sekolah menyusun program yang lebih aplikatif, melaksanakan program yang lebih fokus pada pengembangan dan peningkatan kinerja pendidik dengan indikator mutu yang lebih terukur.
2
Melaksanakan Pemantauan Standar 
Nasional Pendidikan




a.  Memantau pelaksanaan standar 
     sarana dan prasarana
b.  Mengolah  hasil pemantauan 
     pelaksanaan standar sarana
       prasarana
Seluruh sekolah memiliki perhatian terhadap pengembangan sarana yang kuat melebihi perhatian terhadap komponen standar yang lainnya dalam meningkatkan mutu sebagai dampak dari tingkat persaingan antar sekolah yang sangat ketat.
Sistem pengelolaan dokumen pengelolaan saran dan prasaran masih manual dan kurang terkelola dengan tertib adminstrasi yang distandarkan sehingga pengelolaan administrasi sekolah sangat senjang dengan sistem pengelolaan bidang industri dan perdagangan.
Sekolah perlu merevisi program agar lebih aplikatif dan meningkatkan konsistensi untuk mengubah strategi menjadi aksi yang berdampak pada peningkatan mutu dalam penerapan standar.
Supervisi  memfasilitasi sekolah menyusun dengan lebih fokus pada pengembangan sarana dan prasarana serta meningkatkan tertib dokumen sesuai dengan kebutuhan pengembangan mutu.
c.  Memantau pelaksanaan standar 
     pengelolaan
d.  Mengolah hasil pemantauan 
      pelaksanaan standar pengelolaan
Seluruh sekolah memiliki dokumen pengembangan mutu baik pada sistem pembelajaran yang dapat menjadi landasan kuat untuk mengelola pembelajaran berstandar berkeunggulan
RKAS maupun RKT belum menjadi landasan utama dan menjadi panduan kegiatan pembelajaran karena apa yang diuraikan di program kurang relevan pada kebutuhan pelaksanaan kegiatan nyata sehari-hari.
Sekolah perlu menyempurnakan program jangka menengah dan tahunan agar lebih aplikatif dan meningkatkan konsistensi untuk mengubah strategi menjadi aksi yang berdampak pada peningkatan mutu.
Supervisi  memfasilitasi sekolah mengembangkan program dan dokumen program pengelolaan sistem perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
e.  Memantau pelaksanaan standar
      pembiayaan
f.   Mengolah hasil pemantauan 
     pelaksanaan standar pembiayaan
Seluruh sekolah memiliki harapan yang besar untuk mengembangkan sistem kemitraan yang bermutu baik untuk mendukung efektivitas pengelolaan maupun sistem pembelajaran.
Seluruh sekolah memiliki harapan yang besar untuk mengembangkan sistem kemitraan yang bermutu baik untuk mendukung efektivitas pengelolaan maupun sistem pembelajaran.
Sekolah perlu meningkatkan mutu lebih aplikatif dan meningkatkan konsistensi untuk mengubah strategi menjadi aksi yang berdampak pada peningkatan kerja sama dan kemitraan.
Supervisi  mengembangkan mutu kerja sama dan kemitraan yang fokus untuk memfaslitiasi siswa belajar.
g.  memantau pelaksanaan standar isi
h.  mengolah hasil pemantauan 
     pelaksanaan standar isi
Seluruh sekolah memiliki dokumen pengembangan mutu yang cukup pada sistem pengelolaan dan pengembangan kurikulum namun belum berkeunggulan.
Seluruh sekolah memiliki dokumen pengembangan mutu yang cukup pada sistem pengelolaan dan pengembangan kurikulum namun belum berkeunggulan.
Sekolah perlu merevisi program pengembangan kurikulum secara bertahap agar lebih aplikatif dan meningkatkan konsistensi untuk mengubah strategi menjadi aksi yang berdampak pada peningkatan mutu pengembangan kurikulum.
Supervisi  memfasilitasi sekolah mengembangkan program peningkatan mutu dengan lebih fokus pada pengembangan kurikulum jangka menengah dan tahunan.
3
Melaksanakan penilaian kinerja Kepala Sekolah




a.  menilai kinerja kepala sekolah dalam 
     pengelolaan dan administrasi sekolah.
Dinas  telah melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah secara piloting untuk  mensosialisasikan sistem baru yang akan dilaksanakan tahun 2013
Kepala Sekolah dan staft sekolah belum memahami pentingnya penilaian kinerja kepala sekolah, bahkan ada kepala sekolah yang tidak respon atau apatis terhadap sistem baru PKKS
Sistem PKKS perlu disosialisasikan lebih seris
Dinas Pendidikan melalui Pengawas sekolah agar mefasilitasi diklat/ Bimtek  sistem PKKS  yang terbaru
b.  menilai kinerja sekolah untuk
     persiapan akreditasi sekolah
Sekolah telah  memiliki komitmen tentang pentingnya akreditasi sekolah untuk  kelayakan sekolah dan pengakuan masyarakat.
Sekolah belum memahami secara teknis bukti-bukti fisik apa yang diperlukan untuk akreditasi sekolah
Bimbingan Teknis belum optimal dilakukan oleh Dinas
Kepala Dinas melalui Pengawas Bina melakukan pembinaan teknis Akreditasi sekolah.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Cirebon,        Juni   2012
                                                                                                   Pengawas Sekolah,



                                                                                                   Drs.  Adang  Sudarman, M.Pd
                                                                                                   NIP.  19531031 198211 1 001

                               
  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar